Jum'at, 29 November 2019.

Bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Pengadilan Tinggi Padang diadakan Sosialisasi Aplikasi E-Court dan E-Litigasi bagi para Hakim Tinggi dan Ketua Pengadilan Negeri Se-wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Padang. Sosialisasi ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Padang Bapak H. Husni Rizal, SH dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Padang Bapak Drs. H. Panusunan Harahap, SH, MH, para Hakim Tinggi dan Hakim AdHoc Tipikor Pengadilan Tinggi Padang, Panitera Bapak Yunda Hasbi, SH, MH, Panitera Muda Perdata, Panitera Muda Hukum, Panitera Muda Pidana dan Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi, para Panitera Pengganti se-Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Padang. Ketua Pengadilan Negeri se-Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Padang beserta Admin yang menguasai Aplikasi E-court dan E-litigasi yang menjadi Peserta Sosialisasi E-Litigasi. Adapun yang menjadi Narasumber sosialisasi ini adalah Bapak Ramli Darasah, SH, M.Hum sekaligus merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Padang. Sedangkan Narasumber berikutnya adalah Ade Candra, SH yang merupakan Sekretaris Pengadilan Negeri Pasaman Barat.

Ketua Pengadilan Tinggi Padang H. Husni Rizal, SH memberikan kata sambutan. Sebagai tuntutan untuk  menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien sudah merupakan keniscayaan dalam masyarakat yang semakin adaptif dengan teknologi dan informasi. Inovasi dalam modernisasi layanan merupakan hal yang penting sebagai pendorong bagi lembaga, dalam memberikan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta perwujudan keterbukaan dan akuntabilitas lembaga publik kepada masyarakat. Kini, untuk mewujudkan kemudahan berusaha dan beracara di Pengadilan, Mahkamah Agung telah meluncurkan aplikasi e-litigasi sebagai redesain praktek peradilan di Indonesia.

Lahirnya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 tahun 2019  merupakan bukti bahwa Mahkamah Agung telah melangkah ke era sistem peradilan secara elektronik. Hal ini merupakan peningkatan dari aplikasi e-court yang sudah ada. Jikalau e-court hanya memfasilitasi kemudahan dalam pendaftaran gugatan (e-filling), pemangggilan (e-summons), serta pembayaran panjar biaya perkara (e-payment), maka dengan adanya aplikasi e-litigasi ini, proses peradilan dapat dilakukan secara elektronik. Jadi, setelah gugatan didaftarkan melalui e-court, para pihak dapat melakukan pertukaran jawab-jinawab, pembuktian  dan penyampaian putusan secara elektronik.

E-litigasi ini merupakan pelengkap  dari aplikasi e-court, jika pengguna terdaftar  e-court semula hanya untuk advokat, e-litigasi ini mencakup  pengguna lain yang meliputi Jaksa selaku Pengacara Negara, Biro Hukum Pemerintah/TNI, Polri, Kejaksaan RI, Direksi/Pengurus atau karyawan yang ditunjuk badan hukum, dan kuasa insidentil yang memenuhi syarat sebagai pengguna Sistem Informasi Peradilan.

Penerapan e-litigasi ini disadari membutuhkan waktu untuk berproses dan beradaptasi. E-Litigasi ini serentak  akan diterapkan di Pengadilan seluruh Indonesia pada tahun 2020, sehingga  terhitung sejak tahun 2020 semua perkara gugatan ataupun permohon akan didaftarkan melalui e-court.

Dengan peluncuran e-litigasi ini diharapkan dapat mewujudkan sistem peradilan yang lebih sederhana, lebih cepat dan lebih murah. E-Litigasi ini juga diharapkan dapat menjadi solusi kendala geografis yang dibatasi oleh  jarak, sehingga Pencari keadilan tidak  kerepotan untuk datang ke Pengadilan.

Akhir kata, Lembaga peradilan merupakan rumah besar kita bersama.  Oleh karena itu, mari kita bersama  berbenah dan bersiap  diri untuk menyongsong pembaharuan pelayanan Pengadilan melalui e-Litigasi ini, dan semoga Allah SWT meridhoi segala upaya kita ini. Amin.

Original text