TEMA BERSATU KITA MAJU SESUNGGUHNYA DIPERUNTUKKAN UNTUK SELURUH ELEMEN BANGSA, TETAPI BAGI PEMUDA MENJADI KEHARUSAN

“Tema Bersatu Kita Maju sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju”, demikian penekanan Menteri Pemuda Dan Olahraga R.I. dalam pidato Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019 yang dibacakan Drs. H. Panusunan Harahap, S.H.,M.H., Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Padang di depan seluruh peserta Upacara.

Hari Senin, 28 Oktober 2019, para Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, para Pejabat Struktural dan Fungsional, para Aparatur Sipil Negara dan para Honorer Pengadilan Tinggi Padang mengikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019 di halaman kantor Jl. Jend. Sudirman 54 Padang. Di bawah hangatnya sinar matahari pagi setelah hujan rintik disertai semilir angin membuat upacara menjadi tidak terasa melelahkan sehingga para peserta dengan khidmat melaksanakan upacara tersebut.

Lebih lanjut Menpora R.I. dalam pidatonya menyatakan bahwa dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi pemuda Indonesia harus dapat membendung informasi-informasi yang bersifat destruktif (pornografi, narkoba, pergaulan bebas, radikalisme dan terorisme) dengan menggunakan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara. Maka dibutuhkan Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh, yaitu pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas. Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Dalam rangkaian acara upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 ini juga dilakukan pembacaan teks Pancasila, teks Pembukaan UUD 1945 dan teks Keputusan Konggres Pemuda Indonesia Tahun 1928 yang didalamnya terdapat keputusan konggres yang dikenal dengan teks Sumpah Pemuda. Untuk lebih meningkatkan semangat persatuan juga diperdengarkan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” yang diciptakan oleh Liberty Manik seorang komponis kelahiran Sidikalang, Sumatera Utara tahun 1924, dan lagu “Bangun Pemudi Pemuda” yang diciptakan oleh Alfred Simanjuntak seorang maestro kelahiran Tapanuli tahun 1920.

Akhirnya upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019 Pengadilan Tinggi Padang ini diakhiri dengan pembacaan doa oleh salah seorang Hakim AdHoc, yaitu: Firdaus, S.H., M.Hum.. (Ismet/IT)

Original text