Padang |Minggu, 04 November 2018

Panitia Pelaksana Seleksi Penerimaan CPNS Mahkmah Agung RI pada Pengadilan Sewilayah Hukum Sumatera Barat Tahun 2018 melaksanakan kegiatan seleksi kompetensi dasar (SKD) menggunakan CAT (Computer Asisted Test) di UPT BKN Padang, yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober – 4 November 2018.

Kegiatan ini dibuka pada tanggal 29 Oktober 2018  pada pukul 07.30 secara langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Barat Gatot Supramono, SH, M.Hum yang didampingi oleh Wakil Ketua Pengadilan Tingga Agama Sumatera Barat, yang dihadiri oleh Semua Panitia Pusat Mahkamah Agung RI dan Panitia Daerah.

Dalam sambutannya Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Barat memberikan apresiasi kepada BKN yang telah menggunakan metode CAT dalam seleksi CPNS di lingkungan pemerintahan, sehingga dengan adanya CAT ini perekrutan pegawai pemerintah benar-benar yang diutamakan kepintaran dan keprofesionalan.

Jumlah peserta semua yang mengikuti SKD berjumlah 1491 orang, yang tidak hadir 95 orang, dengan jumlah lulus sebanyak 43 orang (S1 = 29 orang, D3 = 8 orang, Cumlaude = 3 orang dan Disabilitas = 3 orang)

Dalam pelaksanaan SKD, peserta dibagi menjadi  33 (tiga puluh tiga) sesi tes, yang rata-rata setiap sesinya terdiri dari 50 orang peserta. Setiap sesi tes berdurasi 100 menit (SKD 90 menit + 10 menit persiapan).

SKD merupakan tahapan kedua setelah seleksi administrasi dari seluruh rangkaian seleksi penerimaan CPNS Mahkamah Agung RI. Adapun materi yang diuji dalam SKD ini meliputi tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP), Yang mana setiap tes memiliki nilai ambang batas (passing grade) tersendiri sesuai PERMENPAN 22 Tahun 2017 yakni, TWK nilai minimal 75, TIU nilai minimal 80 dan TKP nilai minimal 143. Sehingga peserta yang ingin lolos dari tahap ini harus memiliki skor lebih atau sama dengan passing grade yang telah ditetapkan agar bisa mengikuti tahapan selanjutnya yakni seleksi kemampuan bidang (SKB).

CAT BKN merupakan salah satu aplikasi inovasi BKN yang pada saat ini digunakan untuk seleksi penerimaan CPNS dilingkungan pemerintah. Dengan adanya CAT proses penerimaan CPNS menjadi cepat, akuntabel dan transparan. Proses cepat karena CAT BKN menjamin hasil yang diperoleh peserta ujian dapat diketahui secara langsung tanpa perlu menunggu lama. Nilai hasil ujian akan langsung tayang di monitor di tempat registrasi ujian. Akuntabel karena hasil ujian dengan CAT BKN dapat dipertanggungjawabkan. Jawaban peserta pada setiap soal termonitor dalam sistem yang memudahkan dalam audit jika terjadi hal tak terduga selama ujian berlangsung. Serta transparan karena proses ujian dengan CAT BKN dapat dipantau oleh semua pihak.

Pelaksanaan CAT ujian peneriamaan CPNS Mahkamah Agung RI untuk wilayah Sumatera Barat berlangsung tertib, sukses dan aman, acara ditutup pada waktu selesai pelaksanaan tes sesi terakhir yang ditutup oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Barat.(MUS/IT PT)

Original text