PENGAMBILAN SUMPAH CALON ADVOKAT ASOSIASI PENGACARA SYARIÁH INDONESIA (APSI) DEWAN PENGURUS WILAYAH (DPW) SUMBAR DI PENGADILAN TINGGI PADANG

Padang, 29 Desember 2020. Bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai II Pengadilan Tinggi Padang, sebanyak 13 (tiga belas) Calon Advokat yang tergabung dalam wadah Anggota Advokat Asosiasi Pengacara Syariáh Indonesia (APSI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumatera Barat secara resmi diambil Sumpah Advokat oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Padang H. Muefri, S.H., M.H. dan yang bertindak sebagai saksi adalah H. Taswir, S.H., M.H. dan Yuliusman, S.H, yang merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Padang. Acara Pengambilan Sumpah Calon Advokat dilakukan sesuai pasal 4 ayat 1 Undang-undang No.18 Tahun 2003 tentang advokat sebelum menjalankan profesinya wajib melakukan sumpah menurut agamanya dan berjanji dengan sungguh-sungguh disidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya.

Pada acara tersebut dihadiri oleh Para Hakim Tinggi dan Panitera Pengadilan Tinggi Padang Hj. Rina Pertiwi, S.H., M.H, Sekretaris Pengadilan Tinggi Padang Hj. Yefni Delfitri, S.H., M.H. beserta Seluruh Pejabat Struktural Pengadilan Tinggi Padang.

Dalam sambutannya Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Padang, H. Muefri, S.H., M.H. memberi penjelasan tentang Undang-undang No.18 tahun 2003 tentang mengenai kedudukan advokat sebagai bagian dari sistem peradilan terpadu dimana sistem peradilan terpadu antara penegak hukum (polisi, jaksa, advokat dan hakim) bersinergi tanpa mempengaruhi independensi masing-masing.

01APSI2020

02APSI2020

03APSI2020

04APSI2020

05APSI2020

06APSI2020

08APSI2020

09APSI2020

11APSI2020

12APSI2020

13APSI2020

20APSI2020

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Padang menyampaikan bahwa "Janji ataupun sumpah yang telah dilafalkan harus ditepati dipertanggungjawabkan terhadap Tuhan, dan diri masing-masing. Harus selalu menjunjung tinggi profesinya. Jangan melakukan perbuatan yang dapat mencoreng nama pribadi, serta lembaganya. Jika misalnya ada jaksa, hakim, ataupun penegak hukum lain salah, advokat sebagai penegak hukum memiliki tugas mengawasi itu. Bukan ikut terlibat dalam mufakat buruk tersebut, jika terjadi akan ada tindakan tegas," jelasnya. (Ismet/IT PT).

Original text